Desa Tambaksari Kidul merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas. Berdasarkan sejarah yang tercantum dalam dokumen desa, Tambaksari Kidul sejak dahulu dikenal sebagai desa yang damai dan sejahtera. Tokoh yang disebut sebagai pemimpin pertama Desa Tambaksari Kidul adalah Ki Sura Dikrama.
Menurut cerita para orang tua, nama Tambaksari berasal dari tokoh yang bernama Ki Tambak Baya. Makam Ki Tambak Baya berada di sebelah timur Sungai Pangkon, tepatnya di wilayah Grumbul Kedungares, yang pada saat itu masih termasuk wilayah Desa Tambaksogra. Setelah masa kepemimpinan Ki Sura Dikrama selesai, kepemimpinan desa dilanjutkan oleh Ki Hudapawira atau Jemu.
Ki Hudapawira/Jemu merupakan pemimpin kedua Desa Tambaksari Kidul dan merupakan kakak kandung dari Partawireja atau Sojo, yang pada saat yang sama menjabat sebagai lurah Desa Tambaksogra. Setelah Ki Hudapawira/Jemu meninggal dunia, Desa Tambaksari Kidul kemudian dipimpin oleh Ki Kartadiwirya. Menurut cerita yang tercantum dalam dokumen, Ki Kartadiwirya berasal dari Grumbul Dampit, Desa Dukuhwaluh, dan memimpin desa hingga meninggal dunia.
Setelah itu, kepemimpinan Desa Tambaksari Kidul dilanjutkan oleh Ki Hudodiwiryo. Beliau menjabat sebagai kepala desa sejak tahun 1946 sampai dengan tahun 1985. Sebelum menjadi kepala desa, Ki Hudodiwiryo pernah menjabat sebagai tukang uang pada masa kepemimpinan Ki Kartadiwirya.
Pada masa kepemimpinan Ki Hudodiwiryo, pembangunan Desa Tambaksari Kidul mulai menunjukkan perkembangan yang cukup jelas. Beberapa pembangunan yang dilakukan antara lain:
Pembangunan Masjid Jami' Wakafiyah sebagai penambahan fasilitas keagamaan Desa Tambaksari Kidul pada tahun 1942.
Pembagian Rukun Kampung (RK).
Pembangunan Lumbung Desa.
Pembangunan sarana pendidikan, yaitu dua sekolah dasar (SD) dan satu sekolah taman kanak-kanak (TK).
Pembangunan DAM Kali Pangkon di wilayah Desa Tambaksogra.
Pembangunan Jalan Margasari.
Pembangunan Balai Desa.
Pembangunan Gang Mawar.
Pembangunan lapangan desa sebagai sarana olahraga masyarakat.
Setelah Ki Hudodiwiryo meninggal dunia, sistem pemilihan kepala desa kemudian mengalami perubahan. Desa Tambaksari Kidul mulai melaksanakan pemilihan kepala desa secara langsung, yang pertama kali dilaksanakan pada tahun 1985. Dalam pemilihan tersebut terdapat empat orang calon kepala desa, dan dokumen yang kamu kirim mulai menyebutkan nama calon seperti Bapak Priyo Harsono dan Bapak Suwarno.